Sabtu, 03 Desember 2011

Nilai normal dan makna temuan abnormal hasil pemeriksaan Laboratorium



Nilai normal dan makna temuan abnormal hasil pemeriksaan Laboratorium
TES
NILAI NORMAL
MAKNA TEMUAN ABNORMAL
TES SISTEM HEMATOLOGIKAL
Eritrosit
3.6-5.0 juta/mm3 (♀)
4.2-5.5 juta/ mm3(♂)
·         Penurunan mengindikasikan anemia, pendarahan.
·         Peningkatan mengindikasikan anoksia kronis.
Leukosit
5.000-10.000/ mm3
·         Penurunan mengindikasikan kegagalan bone marrow.
·         Peningkatan mengindikasikan infeksi.
Trombosit
150.000-450.000/mm3
·         Penurunan mengindikasikan kegagalan sumsum tulang, hipersplenism atau accelerated consumption of platelets.
·         Peningkatan mengindikasikan pendarahan, polycythemia vera atau keganasan.
Hemoglobin
12-15 g/dL (♀)
14-16.5 g/dL (♂)
·         Penurunan mengindikasikan anemia, pendarahan.
·         Peningkatan mengindikasikan anoksia kronis
Hematokrit
37%-45% (♀)
42%-50% (♂)
·         Penurunan mengindikasikan anemia, pendarahan.
·         Peningkatan mengindikasikan anoksia kronis
Mean Corpuscular Volume (MCV)
80-90 µm3
·         Penurunan mengindikasikan eritrosit makrositik.
·         Peningkatan mengindikasikan eritrosit makrositik.
Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH)
27-31 picogram
·         Penurunan mengindikasikan anemia makrositik.
·         Peningkatan mengindikasikan anemia makrositik.
Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC)
32-36 g/dL
(32%-36%)
·         Penurunan mengindikasikan sel-sel hipokromik.
·         Peningkatan berkaitan dengan spherocytosis
Retikulosit
0.5%-2% dari total eritrosit
·         Penurunan mengindikasikan produksi eritrosit tidak adekuat.
·         Peningkatan mengindikasikan polycythemia vera.
Iron (Fe)
60-90 µg/dL
·         Penurunan mengindikasikan anemia defisiensi ferro.
Total Iron-Binding Capacity (TIBC)
250-420 µg/dL
·         Penurunan mengindikasikan anemia defisiensi ferro.
Serum Heptoglobin
100-150 mg
·         Penurunan mengindikasikan penyakit hati hemolitik.
·         Peningkatan mengindikasikan penyakit inflamasi.
Elektroforesis Hemoglobin
Hb A1 95%-98%
Hb A2 2%-3%
Hb F 0.8%-2%
Hb S 0%
Hb C 0%
·         Variasi perubahan mengindikasikan hemoglobinopati.
Direct Coombs’ & Indirect Coombs’ test
Negatif
·         Temuan positif mengindikasikan antibodi terhadap eritrosit





TES
NILAI NORMAL
MAKNA TEMUAN ABNORMAL
SERUM CARDIAC ENZYME
Creatine kinase


·         CK-MM (CK3)

·         CK-MB (CK2)


·         CK-BB (CK1)
5-35 IU/L (♀)
5-50 IU/L (♂)
·     Peningkatan mengindikasikan injuri/nekrosis jaringan otak, miokardiak dan otot skeletal.
95%-100% total CK
·      Peningkatan terjadi pada injuri otot.
0%-5% total CK
·     Peningkatan terjadi pada injuri miokard atau pasca-percutaneous transluminal angioplasty dan infus streptokinaseintrakoroner.
0%
·     Peningkatan terjadi pada injuri jaringan otak
Lactate dehydrogenase

·         LDH1

·         LDH2

·         LDH1/LDH2 ratio
80-120 wacker units atau 70-207 IU/L
·      Peningkatan terjadi pada injuri jantung, hepar, ginjal, otak dan eritrosit.
16%-33% total LDH
·     Meningkat lebih tinggi dari LDH2 pada kerusakan miokard.
28%-40 total LDH

˂ 1.0
·      Meningkat pada kerusakan miokard.






TES
NILAI NORMAL
MAKNA TEMUAN ABNORMAL
SERUM LIPID
Total Lipid
400-1000 mg/dL
·      Peningkatan mengindikasikanresiko tinggi Coronary Artery Disease (CAD).
Kolsterol
170-230 mg/dL (♀)
140-230 mg/dL (♂)
Rentang meningkat sesuai usia.
·      Peningkatan mengindikasikan resiko tinggi CAD.
Trigliserida
90-130 mg/dL (♀)
100-150 mg/dL (♂)
Rentang meningkat sesuai usia.
·     Peningkatan mengindikasikan resiko tinggi CAD.
Plasma Low-Density Lipoprotein (LDL)
105-150 mg/dL (♀)
100-150 mg/dL (♂)
Rentang meningkat sesuai usia.
·      Peningkatan mengindikasikan resiko tinggi CAD.
Plasma High-Density Lipoprotein (HDL)
55-60 mg/dL (♀)
45-50 mg/dL (♂)
Rentang meningkat sesuai usia
·      Peningkatan dapat mencegah terjadinya CAD.
HDL/LDL ratio
3:1
·     Peningkatan rasio dapat mencegah terjadinya CDA.

TES
NILAI NORMAL
MAKNA TEMUAN ABNORMAL
TES KOAGULASI
Prothrombin Time (PT)
11-12.5 detik
(85%-100%)
·      Peningkatan mengindikasikan defisiensi faktor V dan VII.
Partial Thromboplastin Time (PTT)
30-40 detik
·      Peningkatan mengindikasikan defisiensi faktor II, V, VIII, IX, XI, atau XII.
Bleeding Time
1-9 menit
·     Peningkatan mengindikasikan trombositopenia, peradangan sumsum tulang atau fungsi trombosit tidak adekuat.
Euglobulin Lysis Time
90 menit – 6 jam
·     Penurunan mengindikasikan fibrinolisis.
Fibrin Split Products (FDPs)
< 10 µg/mL
·     Peningkatan mengindikasikan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) atau fibrinolisis.










Table nilai pH, PaCO2, HCO3-, pada berbagai keadaan gangguan asam basa
JENIS GANGGUAN
pH
PaCO2
HCO3-
Asidosis Metabolic
(defisit bikarbonat/HCO3-)
Murni
N
Terkompensasi sebagian
Terkompensasi peuh
N
Asidosis Respiratori
(peningkatan asam karbonat/H2CO3)
Murni
N
Terkompensasi sebagian
Terkompensasi peuh
N
Asidosis Metabolic + Respiratori
N
Alkalosis Metabolik
(peningkatan Bikarbonat)
Murni
N
Terkompensasi sebagian
Terkompensasi peuh
N
Alkalosis Respiratori
(defisit asam karbonat/H2CO3 plasma menurun)
Murni
N
Terkompensasi sebagian
Terkompensasi peuh
N
Alkalosis Metabolic + Respiratori
↑↑
NILAI NORMAL HASIL PEMERIKSAAN ANALISA ARTERIAL BLOOD GAS
TES
NORMAL
pH
7.35-7.45
PaCO2
35-45 mmHg
PaO2
80-100 mmHg
HCO3-
20-26 mEq/L
O2 Saturasi
85-95 %
Base Excess
-2.5 - +2.5 (jumlah basa kuat/asam kuat pada setiap liter darah yang bertambah akibat gangguan metabolic)
Sumber : Basten Ronald, 2011